Percaya dalam KBBI mengakui, yakin bahwa sesuatu memang benar atau menganggap serta yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dan sebagainya). Sedangkan Kepercayaan adalah keyakinan, harapan bahwa yang diyakini benar, baik dan tidak berdampak negatif,sedangkan penerimaan adalah rasa ikhlas untuk bergerak berjuang lebih maju atau tindakan menerima akan suatu hal yang diluar kehendak kita sehingga mengarah ke perubahan lebih baik. Tidak semua orang memiliki pola pikir yang bijak, ataupun merasakan proses penerimaan diri yang begitu baik setelah masa - masa yang di lalui. Kesehatan bukan hanya tentang fisik, mental sehat dan baik salah satu poin utama seseorang menjalani hari - hari dengan bijak, memahami serta lebih bahagia menghadapi suatu proses.
Saya sempat berpikir tentang hal yang perlu di sampaikan untuk kita yakini. Salah satunya tentang Self acceptance atau penerimaan diri yakni kesadaran penerimaan diri sendiri kelebihan dan kekurangannya. Ada salah satu teori dalam psikologi menurut Hurlock (2006) adalah suatu tingkat kemampuan dan keinginan individu untuk hidup dengan segala karakteristik dirinya, dapat kita bandingkan dengan teori lain yang di paparkan salah satunya Germer (2009) menyatakan bawah self acceptance (peneimaan diri) sebagai kemampuan individu untuk dapat memiliki suatu pandang positif mengenai siapa dirinya yang sebenar-benarnya dan hal ini tidak dapat muncul dengan sendirinya, melainkan harus dikembangkan oleh individu. Dapat kita simpulkan bahwa proses penerimaan bukan hanya sekedar "ya sudah, tak terima" , "Yo wes aku ikhlas", No!!, tetapi penerimaan salah satunya tindakan memaafkan diri sendiri agar mampu bergerak maju lebih baik dalam mengembangkan pola pikir serta laku, tidak tenggelam dalam suatu kesakitan berlarut-larut. Memang penerimaan tak semudah kata yang terangkai,semua memiliki proses panjang tetapi kita perlu memberikan kepercayaan dan ruang gerak dalam diri kita agar lebih bijak menggapai sesuatu kebahagiaan salah satu hak personal setiap individu. Kita begitu jahat seringkali menekan diri sendiri, dan tanpa sadar merawat sakit bertahun-tahun dalam jiwa yang berdampak pada pola kita.
4 tahapan melakukan proses penerimaan diri, yakni
1. Maafkan dan jangan terlalu
keras pada diri sendiri
Proses memaafkan diri sendiri hal
yang belum tentu mudah dilakukan setiap orang, hakikatnya memaafkan diri
sendiri bukan berarti melupakan kesalahan, namun menerima kondisi, membuka
ruang izin untuk diri sendiri untuk berubah dan jangan menyalahkan atau menekan
diri sendiri secara berlebihan
2. Mengenali kelebihan dan
kekurangan diri
Dengan mengidentifikasi
kelebihan dan kekurangan, kita dapat mengasah kelebihan dalam diri dengan menulis yang kita sukai dan memperbaiki kekurangan.
3. Fokus pada kebaikan dan kebahagian
Jangan pernah membandingkan diri
dengan orang lain, karena proses serta pencapaian setiap orang berbeda,
seyogyanya kita tetap fokus pada kebaikan dan kebahagian untuk diri sendiri.
4. Memiliki Batasan yang sehat dan
Meditasi
Menentukan harapan yang
realistis yang sesuai dengan kemampuan. Melakukan meditasi dapat membantuk
penerimaan diri
Banyak sekali hal membuat kita tidak menerima dan tidak percaya tentang kebaikan serta cinta kasih. Ada seseorang yang pernah begitu percaya dan menerima keadaan tetapi karena suatu hal sosok yang dia percaya memberikan luka-luka yang begitu dalam. Mempercayai seseorangpun suatu hak yang begitu rumit hingga merawat luka dan mngutuk diri ritual-ritual yang disembah bahkan lupa bahwa luka telah lama dirawat sehingga jadi borok yang menjijikkan.
Begitulah keburukan-keburukan bila dibiarkan, tak akan ada orang yang mampu berjalan maju jika bukan diri sendiri. Kita salah satu pemeran utama dalam bertanggung jawab akan hidup yang dijalani.Pada dasarnya pemilik kebahagian atau rasa sedih adalah kita, karena tak ada seorangpun yang akan melukai tanpa adanya persetujuan dari diri kita, No One Can Hurt You Without Your Consent.
So, Learn To Trust And Receive the love and happy.
0 Komentar