menyambut hadirnya keluarga baru
Dibangun dengan megah laksana dongeng
Hingga membuat semuanya iri
Bagaimana jadi nya jika candi ini dibuat khusus untukku
Sebagai wujud cinta
Sehubungan dengan wacana Candi Mojokerto Jilid 2, kami yang ditemani oleh Bang Ben dan Mas Angger pun akhirnya menemukan tanggal yang pas untuk susur candi. Dimulai pada Pagi hari setelah sarapan kami pun segera melenggang ke daerah Jolotundo karena jika berangkat terlalu siang, lautan manusia membanjiri Petirtaan ini. Setelah cukup lama bercumbu dengan jalanan yang asri dan menanjak, tibalah kami di pelatarannya. Benar saja, masih pagi pun sudah banyak pengunjung antre tiket masuk.
![]() |
| beberapa arca yang di simpan di dalam sebuah gedung depan petirtaan |
Pedagang sekitar pun banyak menjual jurigen, "untuk apa mas?" "ya buat nadahi air soale termasuk air dengan kadar oksigen terbaik". ada ooo yang panjang, maklum diantara kami belum ada yang pernah kesana, lahwong bentuknya saja gatau hahaha. Lalu Bangben juga nyeletuk bahwa disini salah satu pintu masuk pendakian Gn pawitra sambil susur candi .
Dikisahkan, Candi Jolotundo dibangun sekitar 977M (899 saka) dibangun oleh Raja Udayana, setelah ia menikah, ia dikaruniai seorang pangeran tampan bernama Airlangga yang lahir sekitar tahun 991M. Candi jolotundo sendiri dalam proses pembangunannya menghabiskan waktu 3tahun .
Selain candi jolotundo sendiri, Raja Udayana juga membangun 2 kolam pemandian khusus untuk Ratu dan Raja, Air yang mengalir tak pernah habis hingga saat ini, disamping air nya jernih juga terdapat ikan ikan hias nya. Konon dikisahkan jika ada yang berani mengambil ikan maka akan tertimpa bencana, dan barang siapa yang mandi atau bilas wajah di petirtaan ini niscaya akan mempunyai paras yang cantik dan rupawan, maka dari itu tak heran banyak warga yang mandi di petirtaan ini dan mengambil airnya
Pada malam 1 suro pun, banyak warga yang datang ke sini untuk memandikan pusaka atau sekedar mandi di kolam tersebut. Daerah nya yang asri dan juga dingin khas pegunungan membuat kami betah berlama lama sekedar menyaksikan para warga mandi dan melakukan ritual.
Setelah puas berlama lama di candi jolotundo, kami pun berjalan kaki menuju petilasan mahapatih narotama (sayang sekali foto kita beberapa di petilasan mahapatih narotama hilang) yang berjarak sekitar 100m dari candi jolotundo. Maha patih Narotama merupakan Mahapatih dari Prabu airlangga yang sekaligus juga sebagai guru ilmu kenegaraan serta guru agama dan ilmu kedigdayaa yang setia menemani Prabu Airlangga ketika masa pelarian beliau dari Kerajaan Medang yang diserang oleh Kerajaan Lwaram yang merupakan sekutu dari kerajaan Sriwijaya.
Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam
SiRanselPena
Lokasi :










2 Komentar
Uwow logonya baru nih :3
BalasHapusJadi masih ada hubungannya dg Airlangga ya kak, sama dg petirtaan belahan di lereng timur gunung yg sama.
sama tapi beda cerita kak, yg ini dibangun ayahnya utk anaknya
BalasHapus