dentuman bom terdengar
hentakan kaki dan tubuh yang gagah
lorong waktu dalam saksi bisu
deburan ombak, hempasan angin kala itu
tak gentar melawan nista
peluh dan buih air mata
tumpah darah dilalui tanpa henti
untuk tanah air yang tak pernah berhenti
 |
| Halaman depan Museum dengan gaya khas rumah yang masih kental traditional |
Hari itu merupakan hari terakhir kunjungan kami ke kota gudeg. setelah menikmati segelas jamu di kedai jamu ginggang, cerita jamu ginggang bisa diklikdisini
sepenggal cerita jamu ginggang kami pun bergegas ke lokasi selanjutnya mengingat waktu yang terus memburu dengan jadwal kereta, tibalah kami di sebuah museum bernama
Museum Sasmitaloka setelah sempat tersasar beberapa kali, hehehe maklum jalanan jogja belum juga terlalu akrab padahal sudah ratusan kali kami meninggalkan jejak disana. Sekilas terlihat, bangunan museum ini berbentuk limasan, tetapi tanpa adanya pendapa sebagai syarat mutlak sebuah bangunan limasan. Dan bangunan dari museum ini terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya bangunan utama dan beberapa bangunan di kanan, kiri serta belakang bangunan utama.
 |
| Museum Jendral Sudirman yang lebih dikenal dengan Museum Sasmitaloka |
 |
| Kami tegap berjalan menyusuiri alam bukan sekedar berselam , langkah kami selalu terhenti saat-saat berkunjung ke tempat bersejarah salah satunya museum yang menceritakan tentang pahlawan bangsa kami |
Kasur, kelambu, sprei dan masih banyak lagi, merupakan asli bekas dari Pangsar Sudirman beserta Istri. Di kamar utama pun terdapat patung lilin yang merefleksikan sosok Pangsar Sudirman. Kamar utama juga menyambung dengan kamar anak anak beliau, sehingga beliau dan istri mudah dalam pengawasan terhadap buah hati. Selain kamar utama, di bangunan utama juga terdapat ruang kerja Pangsar, Ruang tidur tamu, ruang tamu dan ruang santai.
 |
| Tempat tidur Pangsar yang masih sama seperti saat ditempati |
 |
| Suasana Ruang santai |
 |
| Cermin yang digunakan Pangsar |
 |
| Ruang Tdiur Putra Putri Pangsar |
pada bangunan kedua, terdapat ruang pemilihan atau ruang sekertariat, ruang palagan ambarawa yang digunakan untuk mengatur strategi perang pada masa itu. didalam ruangan terdapat foto foto pahlawan yang dahulu berjuang dengan Pangsar Sudirman, map pertempuran ambarawa, serta senjata yang dahulu di gunakan. Pada bagian samping belakang, terdapat replika RS Panti Rapih tempat Pangsar Sudirman dirawat semasa beliau sakit, dan juga ada cerita dari perawat yang dahulu merawat beliau.
 |
| Ruang Pemilihan Pangsar APRI |
 |
| Senjata yang dipakai peperangan |
Penataan yang apik mampu membuat kita beranjak ke masa lalu, serta bangunan tradisional tentu juga menunjang mu dalam hal selfie guys. sekalian menambah pengetahuan akan sejarah, karena kalau bukan kita yang mencintai sejarah, siapa lagi? mari kenali, cintai Indonesia dan bangga menjadi Indonesia. salam siranselpena.
 |
| Dalam mengenang kegagahan Pangsar, terdapat patung Panglima Sudirman yang menunggang kuda. |
4 Komentar
oalah jadi pangsar itu akronim dr panglima besar? :D
BalasHapusyes benar
HapusKalau jalan ke museum ini saya paling suka baca puisinya pak dirman saat di rawat di Panti Rapih, tulisannya rapi :)
BalasHapuswah kak sash juga suka ya dengan puisi beliau
Hapus