Saat kami sudah sampai, kami sedikit tercengang, dan salah satu dari kami nyeletuk " wah, iki uwis tutup rek, moto-moto tekan pager kene ra popo yo " ( read : wah ini sudah tutup, foto-foto dari sini ga papa ya), nah saat kami muter-muter dan mau menyamankan gaya pengambilan foto, tiba-tiba abang tukang bakso bilang " mas mbak lawang'e gak nang kono tok, iku ditutup soale juru kuncie wis muleh onok lawang samping sing bukaan oleh lewat kunu" (read: mas mbak pintu nya tidak disitu saja, itu ditutup karena juru kunci sudah pulang, ada pintu samping yang dibuka dan boleh lewat situ) seketika itu selepas abang bakso pergi kami tertawa bersama-sama, kog ga ada yang kasih tau dari tadi hingga sudah ada pose gulung saat pengambilan foto.
![]() |
| Langitnya membentang haru membiru |
Di Candi ini pun kami tak jumpa dengan juru kunci nya sehingga kami tak dapat berbagi cerita sejarah candi hari itu saat kami berkunjung karena rasanya tak afdhol jika tak mendengar langsung dari pemangku atau juru kunci yang dipercaya merawat candi tersebut, yang kami tahu kala itu candi Gunung Gangsir juga berbatu bata merah salah satu peninggalan Candi Bata Merah yang masih kokoh berdiri, tak banyak yang dapat kami ceritakan karena cerita yang baik dan sumber yang pasti di kala kita bertemu dan asaing berdiskusi dengan juru kunci candi.
Begitu menikmati suasana di Candi Gunung Gangsir dengan keramahan warga setempat, hingga kami sampai lupa waktu sudah mendekati Maghrib. tentunya kami memutuskan untuk segera beranjak balik ke Surabaya.
Walaupun kami tak bertemu dengan juru kunci, tak mematahkan semangat kami untuk mengabadikan beberapa foto di candi Bangkal maupun Gunung Gangsir, dan kami pun sempat bercengkrama "mudah-mudahan bisa kesini dan ketemu juru kunci ya". big thanks to Mas Angger dan Jambrong yang tak lelah blusukan bersama kami.
Jangan lupa guys, ketika liburan jagalah kebersihan dan lingkungan agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang indah ini.
Salam
SiRanselPena.
PETA LOKASI :









0 Komentar